HIKMAH PHINEAS GAGE
HIKMAH PHINEAS GAGE
Seorang pekerja tambang bernama Phineas Gage yang ahli dalam membuat jalan dengan meledakkan bukit-bukit batu karang. Suatu sore ia hendak meledakkan suatu bukit yang menghalangi jalan kereta. Bahan peledak sudah dimanfaatkan di kedalaman batu-batuan yang telah digali dan dengan menggunakan sebuah batang besi panjang dengan unjung runcing ia kembali menghancurkan sisa batu yang menghalangi. Namun, entah bagaimana ia lupa menutupi bahan peledak dengan pasir sehingga percikan api yang timbul karena tumbukan besi itu meledak dengan dahsyatnya. Batang besi berukuran 1.5 meter itu melesat menembus pipi sebelah kiri dan keluar melalui atap tengkoraknya. Besi itu kemudian terpental sejauh 20 meter. Anehnya Phineas Gage tetap sadar walaupun kondisinya berdarah-darah. Temannya membawa Gage dengan gerobak menuju ke rumah seorang dokter di daerah situ. Terdapat 2 buah lubang besar yaitu di daerah pipi kiri dan di kepala di atas dahi, darah yang mengalir deras.
Dengan peralatan seadanya, luka tembus dan robekan kulit dibersihkan kemudian dijahit. Gage dapat tetap hidup seperti orang normal namun mengalami perubahan perilaku yang nyata. Kepribadiannya berubah 180 derajat. Dahulu sebelum peristiwa kecelakaan tersebut, ia adalah seseorang yang periang, ramah, sopan, cerdas, dan disukai banyak orang. Namun setelah kepalanya tertembus besi ia menjadi seseorang yang berperangai kasar, suka marah, tidak sabar, dan kejam. Kawan-kawannya berkata Gage bukannya sepeti Gage yang dulu lagi. Dua belas tahun kemudian Gage meninggal akibat serangan epilepsy mayor. Jasadnya dikuburkan tanpa diotopsi. Setelah 7 tahun, kuburan Gage kembali dibongkar dan tengkoraknya dipelajari dan diabadikan di museum kedokteran Havard University.
Kerusakan pada lobus prefrontal dapat mengakibatkan gangguan perilaku atau perubahan kepribadian. Lobus prefrontal berfungsi untuk mempertimbangkan suatu keputusan yang akan diambil dan ada kaitannya juga dengan emosi seseorang. Lobus prefrontal memiliki peran sebagai higher mental function. Pada kasus Phineas Gage, batang besi tersebut mencederai daerah lobus prefrontal dari otak. Kemampuan berpikir dan logikanya masih sangat bagus namun perilaku dan emosi–nya terganggu.
Belum banyak yang diketahui mengenai hidup Gage setelah kecelakaan ini. Sebelumnya, diketahui bahwa kepala pekerja yang mempekerjakan Gage 'menganggap perubahan pikirannya sangat signifikan sehingga mereka tidak bisa lagi mempekerjakan Gage', menurut Harlow.
Selain itu, "perubahan sikap Gage, ... tidak berlangsung selama lebih dari dua hingga tiga tahun", kata Macmillan. Diketahui bahwa Gage akhirnya menjadi pelatih menyetir di Chile - pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan fokus. Penting untuk menganggap perkembangan hidup Gage sebagai pesan penting ke pasien di masa sekarang. "Meskipun dalam kasus kerusakan otak parah dan inkapasitas parah, namun rehabilitasi sangat mungkin dilakukan untuk menyembuhkannya," kata Macmillan. Gage hidup selama 12 tahun sebelum akhirnya meninggal akibat kejang epileptik di tanggal 21 Mei 1860, yang kemungkinan berhubungan dengan cedera otaknya. Tetapi ceritanya tetap hidup, meskipun terkadang terdengar simpang-siur. "Di tahun 1848, ia menjadi tanda kesembuhan ajaib. Kemudian, namanya selalu dicatat dalam buku kasus perubahan sikap paska-trauma. Baru-baru ini, orang-orang menginterpretasikannya sebagai menemukan bentuk kemerdekaan dan kesembuhan sosial, yang tidak dihargai 15 tahun lalu," kata Dominic Hall, kurator Museum Anatomi Warren, dimana tengkorak Gage disimpan bersamaan dengan batang besi yang menembusnya.
Dalam kasus phineas gage dapat kita ketahui bahwa kerusakan pada area otak Lobus Frontal . Area otak tersebut adalah area otak yang berfungsi mengontrol kapabilitas kendali impuls (dorongan, motivasi atau rangsangan), solusi, sikap dalam bersosial, perilaku seksual, dan lain sebagainya. Apabila terjadi kerusakan pada bagian tersebut maka dapat mengubah perilaku. Melewati pemulihan otak berdasarkan tengkorak kepala Phineas Gage, ditemui bahwa ada 11% white matter pada lobus frontal serta 4 persen dari area cerebral cortex menanggung kerusakan. Efek pemulihan otak tersebut juga memperlihatkan bahwa area otak yang mengkoneksikan antara sistem limbik (area yang mengontrol emosi) dan frontal cortex juga rusak. Alhasil, efek pemulihan otak tersebut membuktikan yang meyakinkan kenapa Phines Gage bertransformasi menjadi pribadi yang pemarah dan kesusahan mengontrol emosinya. Kerusakan otak yang terjadi bebesapa tahun kemudian membuat Phineas Gage menderita epilepsi yang akhirnya merenggut nyawanya.
REFERENSI:
1. https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/fungsi-korteks-serebral-adalah/
Komentar
Posting Komentar