ESSAY SIAPA AKU

 Essay Siapa Aku

 

Namaku Meita Lestari Latifiani,aku lahir di Grobogan 20 Mei 2000 aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Aku memiliki seorang adik, saat ini adikku duduk di bangku SMK. Ayahku seorang petani sedangkan ibuku seorang ibu rumah tangga. Aku sangat bersyukur terlahir di keluarga ini, keluarga sederhana dan bahagia. Keluargaku yang mengarahkanku, mendukung keputusanku dan selalu mensupport ku.

Masa kecilku adalah masa yang paling menyenangkan, karena hanya ku habiskan untuk bermain bersama teman tanpa ada gawai, keakraban yang terjalin sangat kuat, berbeda dengan anak jaman sekarang yang asik sendiri dengan gawainya. Saat aku masih kecil aku adalah anak yang pemberani, ketika aku TK teman-temanku banyak yang diantar orangtuanya bahkan ditunggu sampai kelas selesai, sedangkan aku berangkat sendiri jalan kaki, jarak rumah dan TK sekitar 500 meter. Ketika aku SD aku juga selalu berangkat sendiri walaupun hari pertama sekolah, ketika mendapatkan tugas ketrampilan (seni budaya) aku juga selalu mengerjakan sendiri, berbeda dengan teman-temanku yang dibuatkan kakak ataupun orang tua mereka. Orang tuaku memang mengajarkan kemandirian sejak kecil, dulu aku pikir mereka tidak sayang kepadaku karena tak pernah mau membantu tugas-tugasku, aku baru sadar ternyata pengajaran mereka yang diterapkan kepadaku sejak kecil sangat berpengaruh dengan kemandirianku saat ini.

Ketika aku duduk di kelas IX SMP di situlah aku merasa bimbang harus melanjutkan ke sekolah mana, aku sangat ingin melanjutkan di salah satu SMA Negeri, akan tetapi orangtuaku mengarahkanku untuk masuk SMK, awalnya aku menolak, karena aku berpikir SMK itu berat banyak praktikum dan jurusan yang dipilihkan orangtuaku adalah jurusan farmasi, aku tidak tahu sama sekali apa itu farmasi. Aku berusaha mencari tahu di internet apa itu farmasi, farmasi ternyata mempelajari obat-obatan, setelah ku pikirkan “tidak ada salahnya mengambil jurusan ini, toh orang tua mana yang ingin anaknya sengsara, semua orang tua pasti ingin terbaik bagi anak-anaknya. Akhirnya aku mendaftar dan sekolah di SMK. Di semester pertama guru sering memberikan tugas hapalan nama latin zat sinonim obat/bahan obat, hitung-hitungan dosis. UTS dan UAS semester 1 aku kurang begitu menguasai mata pelajaran produktif farmasi, nilaiku ujian banyak yang dibawah KKM dan harus remed, rangking 10 besarpun tak kudapat, padahal ketika SMP aku sering mendapatkan peringkat 1. Hal itu membuatku merasa aku salah jurusan, bahkan aku pernah meminta orangtuaku untuk pindah sekolah, tapi orangtuaku tidak mengiyakan. Akhirnya aku hanya mencoba bertahan, meminta bantuan pada temanku yang paling pintar sekelas (Selviana), memfokuskan diri setiap guru mengajar, menjadi siswa yang rajin bahkan ketika guru memberi tugas aku juga membuatkan tugas temanku, selain aku dapat uang secara tidak langsung aku juga belajar.

Semester 2 perjuanganku tidak sia-sia, aku berhasil masuk 10 besar, terimakasih teman-temanku, guru-guruku, dan orang tuaku yang pasti selalu mendoakanku. Walaupun ada peningkatan nilai, aku masih belum merasa cocok di jurusan farmasi, aku merasa ini bukan passionku, aku tidak suka pelajaran menghitung, kimia, menghafal dan praktikum, tapi sekali lagi aku harus bertahan dan harus pintar, agar orangtuaku tidak sia-sia membiayai sekolahku.

Akhirnya semester akhir, ini yang aku tunggu “menyelesaikan apa yang sudah aku mulai”. Sebelum ujian praktikum guru memberikan tugas untuk mengerjakan dan menyalin berkali-kali skrining resep, jumlahnya sangat banyak, aku tidak mengerjakan tugas itu, aku menyuruh adikku untuk mengerjakannya, aku hanya mengerjakan tugas skrining sedangkan adikku yang menyalin berkali-kali. Ketika ujian praktikum alhamdulillah lancar, aku mendapatkan nilai 89,5 aku lulus ujian praktikum. Ujian Nasional, untuk menghadapinya aku tak belajar, hari H UNBK aku dan temanku (Septi) malah bermain game, tapi Alhamdulillah ternyata aku peringkat 3 UNBK pararel, aku tidak menyangka aku tidak mengejar nilai sama sekali, yang aku ingin hanya lulus mengakhiri semua ini.

LULUS !!! Yes, aku terbebas dari hafalan, praktikum, hitung-hitungan tapi aku masih punya beban, aku tidak lulus SNMPTN, aku tidak kuliah di tahun kelulusanku aku tidak lulus psikotes perusahaan farmasi, aku berusaha melamar pekerjaan di apotek dan klinik tapi tidak ada panggilan sama sekali. Aku ingin bekerja, aku ingin mengumpulkan uang untuk kuliahku, aku ingin masuk jurusan psikologi. Ya aku ingin masuk psikologi, aku ingin memperbaiki diri dan aku perasa psikologi adalah passionku karena banyak orang yang curhat denganku.

 Hari-hariku seperti orang yang tak punya tujuan. Aku bingung, aku bosan di rumah tanpa ada kegiatan, akan tetapi orang tuaku selalu memberi dukungan kepadaku. Sampai akhirnya aku melamar pekerjaan di perusahaan milik orang Korea, alhamdulillah dua hari melamar langsung dapat panggilan dan interview. Awalnya orangtuaku melarangku bekerja di pabrik, karena pekerjaan yang kudapat tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanku. Aku berusaha menjelaskan kepada mereka, jika aku bekerja di apotek sebagai asisten apoteker, gajiku setahun tidak cukup untuk melanjutkan kuliah aku ingin masuk jurusan psikologi tahun depan

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI B.F SKINNER TOKOH PSIKOLOGI BEHAVIORISME

Apa Itu Pola Asuh? Yuk Mengenal 3 Jenis Pola Asuh

Membangun Jiwa Kepedulian Sosial di Era Globalisasi Tugas Psikologi Sosial