Toxic Positivity, Selalu Berpikir Positif dan Menolak Emosi Negatif Apakah itu Baik?
Halo guys, apakah kamu orang yang memaksa dirimu sendiri ataupun orang lain agar selelu berpikir positif? Apakah kamu menolak emosi negatif yang ada pada dirimu? Apakah kamu adalah orang yang menghindari masalah? Apakah kamu pernah membandingkan orang lain dengan mengatakan "kamu masih mending, masih banyak yang lebih susah dari kamu"? kalo kamu seperti itu, jangan-jangan kamu termasuk orang yang terjebak dalam toxic positivity.
Apa itu Toxic Positivy?
Suatu kondisi dimana seseorang menolak untuk berpikiran negatif dan memaksakan dirinya maupun orang lain untuk selalu berpikir postif. Memandang segala sesuatu secara positif memang baik, namun jika disertai dengan penolakan terhadap emosi negatif tentunya juga akan berdampak buruk bagi kesehatan mental loh. Orang yang terjebak toxic positivity akan terus berusaha menolak emosi negatifnya, padahal emosi negatif yang dikeluarkan otak merupakan sinyal adanya bahaya, dengan demikian orang yang terjebak toxic positivy akan kesulitan menilai masalah dan menanggap semuanya akan baik-baik saja.
Dampak Negatif Toxic Positivity
Dampak toxic positivity membuat seseorang tidak bisa berpikir jernih, tidak memiliki rasa empati karena selalu beranggapan manusia tidak boleh sedih (menyangkal emosi negatif), berdampak buruk pada kesehatan mental karena tidak bisa mengekspresikan emosinya.
QOTD
"Ketika ada positif tentunya juga akan ada negatif, mereka memang selalu beriringan. Kita tidak bisa menolak mereka, karena mereka itu sepasang yang tidak bisa dipisahkan. Yang harus kita lakukan adalah menerima mereka, menyadari mereka, negatif maupun positif bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran dalam hidup kita" (Meita, 2021)
Btw jadi inget salah satu lagu Fiersa Besari "kadang kala tak mengapa, untuk tak baik-baik saja. Kita hanyalah manusia, wajar bila tak sempurna :)"
Komentar
Posting Komentar